
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pajak daerah terus jadi andalan utama sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan, dengan sektor parkir sebagai salah satu pemain utama.
Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPDRD) mencatat lonjakan signifikan dari pajak parkir, khususnya setelah penerapan sistem pembayaran nontunai alias cashless untuk beberapa lokasi strategis.
Seperti yang disampaikan Kepala BPPDRD Balikpapan Idham, dijumpai dalam sebuah kesempatan.
Dia mengungkapkan bahwa lokasi seperti Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan Balikpapan SuperBlock (BSB) memberikan kontribusi besar terhadap pajak parkir. “Sejak diterapkan pembayaran nontunai, pendapatan dari sektor parkir langsung naik. Ini terbukti dari realisasi PAD yang semakin meningkat,” ungkapnya.
Idham menjelaskan bahwa Bandara Internasional SAMS Sepinggan sudah 100 persen menerapkan sistem Cashless. Tepatnya sejak 14 Januari 2024. Sementara itu, BSB mulai mengarahkan pengunjung menggunakan pembayaran digital sejak 17 September 2023.
Perubahan ini secara nyata mengubah kebiasaan masyarakat Balikpapan, yang kini lebih terbiasa menggunakan metode pembayaran nontunai. Dampaknya? Penerimaan pajak dari parkir semakin melonjak.
“Sistem Cashless bukan hanya soal kemudahan, tapi ini juga strategi untuk mendongkrak penerimaan. Seperti yang pernah dikatakan Steve Jobs, inovasi itu yang membedakan pemimpin dan pengikut. Kami di sini memilih menjadi pemimpin perubahan,” jelas Idham penuh semangat.
Data yang dikumpulkan BPPDRD memperlihatkan hasil yang cukup mengesankan. BSB, sebut dia, tahun 2023, berkontribusi sebesar 38 persen dari total target pajak parkir yang ditetapkan sebesar Rp21,5 miliar. Hingga Agustus 2024, BSB sudah menyumbang 18 persen dari target yang dipatok Rp10 miliar. Sementara itu, Bandara Internasional SAMS Sepinggan mencatat kontribusi besar, mencapai 35 persen tahun 2023 dan sekitar 20 persen tahun ini.
Idham menambahkan, kontribusi dari sektor parkir terhadap PAD Balikpapan mencapai sekitar 2 hingga 2,5 persen. Untuk lebih memaksimalkan potensi ini, BPPDRD juga sedang gencar mendorong sistem pembayaran digital, terutama untuk parkir di tepi jalan umum. “Kami sedang mengarahkan penggunaan QRIS dan sistem uang elektronik lainnya. Harapannya, ini bisa mempermudah masyarakat dalam membayar dan tentu saja meningkatkan pendapatan dari sektor parkir,” jelasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Balikpapan untuk terus maju dalam bidang digitalisasi, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik dan memastikan pendapatan daerah terus meningkat. Idham optimis bahwa sistem Cashless akan terus memberikan dampak positif.
“Dengan inovasi ini, kami harap penerimaan dari sektor parkir akan terus melonjak, mendukung berbagai program pembangunan Kota Balikpapan. Jadi, ini bukan cuma soal bayar parkir, tapi soal masa depan kota yang lebih baik,” tutup Idham.
Dengan strategi ini, Balikpapan tidak hanya berhasil meningkatkan PAD, tapi juga membawa kotanya selangkah lebih maju dalam era digital, memimpin inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (*)



