Corak

Sosialisasi Energi Hijau di Samboja, PLN-Desa Sinergi Wujudkan Kedaulatan Energi

KOTAKU, BALIKPAPAN-PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan energi terbarukan melalui sosialisasi program Desa Lumbung Energi Hijau dan Pakan Protein Nabati.

Dalam program ini, PLN UIP KLT memperkenalkan potensi pemanfaatan tanaman Kaliandra, Lamtoro, dan Gamal sebagai sumber biomassa serta pakan nabati kepada masyarakat Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Sungai Merdeka ini dihadiri oleh Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT Ferdyan Hijrah Kusuma, serta unsur pemerintah seperti Camat Samboja Barat, Lurah Sungai Merdeka, Danramil Samboja, dan Kapolsek Samboja.

Hadir pula para ketua RT, kelompok tani, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Samboja Barat.

Sosialisasi teknis disampaikan oleh Tim Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam sambutannya, Ferdyan Hijrah Kusuma menekankan pentingnya peran desa dalam membangun ekosistem energi bersih secara inklusif.

Dia menyampaikan bahwa program ini bukan hanya bagian dari tanggung jawab sosial, tetapi juga langkah strategis untuk melibatkan masyarakat dalam transisi energi nasional.

“PLN hadir bukan sekadar sebagai penyedia listrik, tapi sebagai motor ekonomi rakyat.

Melalui program ini, kami ingin desa menjadi bagian dari solusi energi bersih nasional. Ini adalah wujud nyata komitmen PLN untuk rakyat, listrik untuk rakyat,” ujar Ferdy dalam siaran pers yang disampaikan, Sabtu (21/6/2025).

General Manager PLN UIP KLT Raja Muda Siregar, turut memantau secara menyeluruh pelaksanaan kegiatan dan memberikan arahan strategis terhadap berbagai program TJSL yang diimplementasikan oleh unit kerja PLN UIP KLT di Kalimantan.

Dia menyampaikan bahwa inisiatif energi hijau yang dimulai dari desa merupakan bentuk nyata pembangunan kemandirian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inisiatif ini mungkin tampak sederhana, tetapi memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan.

PLN siap menjembatani kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk mewujudkan manfaat yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan program yang selanjutnya akan dikembangkan melalui skema kemitraan antara masyarakat dan mitra pengguna biomassa, termasuk PLN.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan untuk tingkat lokal serta mendukung ketahanan pangan.

Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan harapan sekaligus kekhawatiran terkait keberlanjutan program.

Beberapa ketua RT mengungkapkan pengalaman masa lalu terkait program serupa yang tidak berlanjut.

Posyantek menjelaskan bahwa program ini didesain dengan pendekatan hilirisasi, yakni hasil panen akan dikerjasamakan secara Business to Business (B2B) dengan PLN dan mitra lainnya.

Tanaman seperti Kaliandra dan Lamtoro akan dibudidayakan sebagai sumber biomassa energi dan pakan ternak berprotein tinggi.

Posyantek akan memfasilitasi pengadaan bibit dan pendampingan teknis, sementara masyarakat dilibatkan dalam tahapan pelaksanaan dan pasca panen. (*)

To Top

You cannot copy content of this page