
KOTAKU, BALIKPAPAN-Anju Pasaribu Polisi kelahiran Medan, Sumatra Utara berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang berdomisili di Kota Balikpapan dan bertugas di unit Patroli Pengawalan (Patwal) Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polisi Resor Kota (Polresta) Balikpapan.
Sosoknya viral di platform media sosial Kota Balikpapan setelah aksi pahlawannya dengan membantu seorang lanjut usia (Lansia) dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyeberang jalan yang terekam oleh Circuit Closed Television (CCTV) simpang empat BSCC Dome di Jalan Syarifuddin, Balikpapan Selatan.
Dalam video itu, terlihat Anju menggendong seorang lansia yang menggunakan baju berkelir biru untuk menyeberangi kawasan padat lalu lintas. Ya, kawasan tersebut memang dikenal kawasan padat lalu lintas mulai pagi hingga sore. Dia melakukan aksi superheronnya pada pagi hari.
Atas aksinya itu, Anju diganjar penghargaan sebagai personel yang berprestasi. Penghargaan diberikan saat syukuran HUT ke 67 Korp Lalu Lintas yang berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (22/9/2022).
Kepada Kotaku.co.id dia menceritakan kembali apa yang ada di rekaman CCTV tersebut. Saat itu, Jum’at (16/9/2022) dia mendapatkan tugas untuk melakukan pengaturan dan pengamanan arus lalu lintas pagi di Pos Damai III. Saat itu, dia tak sendiri. Dia bertugas dengan rekannya yakni Edy RA.
“Kami sedang melakukan tugas rutin yaitu pengaturan arus lalu lintas, fokus kami di situ (pengaturan arus lalu lintas). Setelah saya balik badan tiba-tiba ada seorang bapak-bapak, beliau itu di belakang saya, saya juga kaget,” kata dia sembari menikmati secangkir kopi salah satu warung kopi, Minggu (23/9/2022) sore.
Menurutnya, secara fisik dia memandang pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 50 tahunan dengan fisik yang kurang sehat dengan posisi kedua tangan yang sudah tertekuk dan saat berjalan kakinya diseret. Lantas, Anju langsung menghampirinya.
“Saya tanya, bapak mau kemana, kemudian bapak itu jawab saya mau menyeberang pak, ya saya jawab gak boleh pak bahaya karena saya lihat kondisi fisiknya,” kata dia.
Kemudian Anju menanyakan tujuan sang bapak itu untuk menyeberang jalan. “Dia juga bilang gak ada keluarga kemudian pas saya tanya tinggal di mana dia hanya menunjuk dan berkata tinggal disana,” tambahnya.
Lantas Anju menawarkan kepada bapak itu untuk membantunya menyeberang, namun sempat ditolak. “Gak usah pak nanti bapak capek,” kata Anju mengingat jawaban bapak yang dia bantu.
Dengan halus Anju menasihati bapak tersebut dan memberitahukan bahwa kawasan itu merupakan daerah rawan terjadinya kecelakaan dan dilanjutkan dengan menawarkan kembali bantuanya untuk menyeberangkan.
“Saya ikhlas pak, saya bantu saya angkat bapak,” tuturnya yang dijawab dengan anggukan dan senyuman dari bapak tersebut.
Lantas dia langsung mengangkat bapak tersebut. Saat itu sang bapak sudah berada di ujung zebra cross dan sudah berjalan beberapa langkah untuk menyeberang dengan menyeret kakinya.
“Mohon izin bapak ya saya angkat, dan saya lihat dulu arus lalu lintas arah merahnya dari mana dan hijaunya dari mana dan dengan spontan saya bopong seperti saya mengangkat orang tua saya sendiri tidak ada sungkan karena saya sudah izin, dan saya bawa bapak itu nyeberang. Kemudian setelah saya turunkan bapak itu bilang terima kasih,” kenangnya.
Dalam video yang viral itu terlihat Anju menyeberangkan bapak itu dari kawasan BSCC Dome ke arah pos polisi. Sebelumnya, Anju juga sempat menanyakan nama bapak tersebut namun dia mengaku lupa, dan setibanya di penyeberangan Anju juga menawarkan untuk mengantarkan ke tempat yang dia tuju yakni untuk berobat.
“Tapi dia bilang cukup diseberangkan saya sudah cukup berterima kasih,” ujar Anju kembali menirukan jawaban bapak itu. Karena situasi arus lalu masih padat lantas Anju kembali menjalankan tugasnya. Setelah tugasnya selesai, Anju kembali melihat-lihat untuk mencari tau ke arah mana sang bapak itu pergi dengan tujuan untuk membantunya mengantar ke tempat tujuannya.
Anju mengatakan sering mendapatkan tugas pengaturan lalu lintas di kawasan persimpangan DOME tersebut. Namun dia baru kali ini melihat bapak tersebut.
“Kami kan kerja itu rolingan mas, kadang di Balikpapan Baru kadang di sana (simpangan Dome, Red) tapi baru kali ini saya lihat beliau,” ungkapnya.
IKHLAS BERUJUNG VIRAL, BRIPKA ANJU PERNAH BANTU SEBERANGKAN ODGJ
Dari aksinya itulah yang sempat viral yang bermula dari postingan ig @polantasbalikpapan kemudian di repost oleh akun-akun kota. Anju baru mengetahui aksinya itu menjadi sorotan positif bagi netizen setelah menjelang siang hari. Dia mendapatkan pesan aplikasi WhatsApp dari rekannya.
“Bang, ada Abang di medsos ini di ig ini,” isi pesan tersebut membuat Anju penasaran dan lantas langsung membukanya. “Saya gak nyangka, waktu saya angkat bapak itu liat situasi juga takutnya bapak itu berontak nanti jadi lain kan persepsi orang jadi saya izin dulu baik-baik sama beliau,” ujarnya.
Keesokan harinya, dia kembali dikagetkan dengan viralnya video tersebut di akun Tik Tok. Dia juga merasa kaget. “Padahal prinsip saya itu hanya ikhlas membantu saja tidak ada istilahnya saya itu pamer atau gimana, kalau ada orang butuh ya langsung saya bantu, mungkin kalau pas saya lagi gak dinas saya lihat orang seperti itu ya saya bantu juga,” imbuhnya.
Bahkan Anju mengaku pernah membantu menyeberangkan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Saat itu arus lalu lintas tak kalah padatnya.
“Saya sering bantu (menyeberang, Red) khususnya di persimpangan mulai dari anak-anak bahkan mohon maaf ODGJ. Itu saya bantu dekatin saya arahkan, dan dia tidak berontak dan manut-manut (nurut, red) saja,” akunya.
Namun dari sekian banyak aksinya, sembari dia masih merasa heran mengapa pada saat menyeberangkan bapak-bapak tersebut bisa viral. “Itu anehnya kan, karena jiwa kemanusiaan itu ya apapun kami bantu,” tambahnya kemudian.
Viralnya aksi Anju juga diketahui oleh sang istri. “Dan keluarga di Medan juga pada nge-share di group WhatsApp keluarga, saya juga kaget lihatnya saya gak nyangka sampai ke sana, kan saya bekerja ikhlas ya saya jalani saja,” tuturnya.
Saat viral tersebut, untuk saat ini tidak berdampak kepada anak maupun istrinya karena juga berada di Kota Balikpapan. “Saya kan perantau dari kampung, dari Medan, prinsip saya itukan membantu orang lain karena saya ingat orang tua saya jauh di sana (Medan, Red). Kalau terjadi apa-apa yang pasti yang membantu pertama kali di sana orang lain juga.
Jadi prinsip saya merantau disini ya membantu orang karena orang lain itu suatu saat akan membantu kami,” lanjutnya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan setiap bekerja selalu mendapat pesan dari istri untuk selalu berhati-hati. “Istri selalu menekankan untuk jaga diri baik-baik kalau ada yang harus dibantu ya sebisa mungkin dibantu. Kemudian komandan kami setiap apel pagi juga memberikan arahan untuk ikhlas membantu,” pungkasnya. (*)



