
KOTAKU, BALIKPAPAN-Partai Politik (Parpol) pengusung pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz dalam Pilkada Balikpapan 2020 akhirnya sepakat mengajukan dua kandidat Pergantian Antarwaktu (PAW) Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan.
Menggantikan almarhum Thohari Aziz yang berpulang sebelum dilantik.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Balikpapan Andi Arif Agung mengungkapkan hasil pertemuan ketiga partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Gotong Royong, yang dilaksanakan baru-baru ini.
“Saya berbicara sebagai salah satu utusan dari DPD Partai Golkar Balikpapan.
Dalam rangka sebagai inisiator pertemuan forum komunikasi Partai Politik (Parpol) pengusung Rahmad-Thohari.
Berdasarkan amanah rapat kedua, rapat ketiga harus sudah ada keputusan final dalam rangka mengkerucutkan enam nama (kandidat bakal calon PAW Wawali Balikpapan) menjadi dua nama, dan itu sifatnya sudah final,” ujanya, ditemui di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) penyusunan kajian dan naskah akademik lima agenda DPRD Kota Balikpapan, di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (7/9/2023).
Lanjut dia menegaskan, sebelum dinyatakan final, terlebih dahulu mengundang para parpol pengusung.
“Dan yang tidak bisa hadir dianggap menyetujui,” ucapnya.
Ia menyebut, menentukan dua nama kandidat itu bukan proses yang mudah. Utamanya untuk dikomunikasikan dengan delapan parpol Koalisi Gotong Royong.
“Alhamdulillah, dari delapan parpol, (hanya) satu parpol yang tidak menghadirkan ketua partainya,” katanya.
Pria yang populer dengan nama A3 itu menjelaskan, suasana pertemuan rapat ketiga dihadir tujuh parpol, baik ketua maupun perwakilannya.
Seperti Partai Golkar, kata dia, lengkap. Ada Ketua Harian DPD Partai Golkar, yakni A3 sendiri, bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh.
Hadir pula bendahara umum DPD Partai Golkar Balikpapan Balikpapan H Ahmad Mallolongan.
Adapun parpol lainnya yang turut hadir yakni Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Balikpapan Budiono.
Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Balikpapan Muhammad Taqwa, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Iwan Wahyudi, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Balikpapan Sonhaji, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan H Muhammad Adam, dan Sekjen Partai Demokrat Kota Balikpapan Mieke Henny yang mendapat mandat langsung dari ketua partainya, Denni Mappa.
“(dalam pertemuan itu) Kami buat dengan fatsun demokrasi yang selama ini kami pakai.
Dengan sistem voting secara terbuka, kami persilakan parpol mengusulkan dua nama,” urainya.
Ia menyebut, rekomendasi untuk kepala daerah diwajibkan mengajukan dua nama kandidat.
Adapun skema voting itu, mempersilakan masing-masing parpol mengusulkan dua nama. Namun juga bisa saja mengusulkan hanya satu nama.
Contohnya Partai Golkar mengusulkan dua nama, yakni Risti Utami Dewi Nataris dan merekomendasikan Ketua DPC PDIP Kota Balikpapan Budiono.
Namun dalam hal ini, lanjut dia, DPC PDIP Balikpapan hanya mengusulkan satu nama, yakni Budiono, katanya.
“Dari semua mekanisme itu, kemudian diakumulasi berapa banyak yang mendapatkan suara.
Akhirnya masuklah dua nama yang berdasarkan akumulasi perhitungan voting. Yakni Risti Utami Dewi Nataris dan Budiono,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dua nama kandidat ini akan diajukan kepada Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, untuk dibuatkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada DPRD Kota Balikpapan.
“Nanti DPRD Balikpapan menugaskan Panlih (Panitia Pemilihan) untuk melaksanakan proses pemilihan,” pungkasnya. (*)



