
KOTAKU, BALIKPAPAN-Wujudkan permukiman bersih dan sehat merupakan tantangan bagi setiap kawasan padat penduduk khususnya di wilayah pesisir.
Sebagai bentuk kepedulian, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan mengadakan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD).
Dengan tema Penataan Pemukiman Sehat secara partisipatif. Melibatkan beberapa pemangku kepentingan di kampung atas air, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan, Selasa (4/7/2023).
“Desember 2022 lalu, kegiatan serupa digelar di Kelurahan Baru Ilir dan terlihat perubahan dari penataan ruang hijau di lingkungan RT 51.
Sebagai perluasan program kami mengadakan juga di Kelurahan Baru Tengah namun dengan karakteristik yang berbeda karena mayoritas wilayahnya kampung atas air,” kata Pjs Area Maneger Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Balikpapan Lifania Riski Nugrahani dalam siaran pers yang disampaikan, Rabu (5/7/2023).
Kepadatan penduduk di permukiman kampung atas air Kelurahan Baru Tengah menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat.

Sampah tidak terolah dengan baik dan dibuang begitu saja di kolong rumah.
Selain itu, beberapa warga belum memiliki sanitasi. Limbah rumah tangga dibuang langsung ke laut.
Bila kondisi pemukiman menjadi kumuh, tentunya akan menjadikan masyarakat rentan dengan berbagai penyakit seperti DBD, TBC, dan berbagai penyakit wabah lainnya.
Persoalan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Kilang Pertamina Unit Balikpapan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dalam hal ini program Warga Siaga Sehat (Wasiat) Ria Manuntung’13 Kelurahan Baru Tengah yang fokus mewujudkan pemukiman yang sehat.
Pemukiman sehat juga mendukung Sustainable Development Goals poin 3 kehidupan sehat dan sejahtera juga poin 11 kota dan pemukiman yang berkelanjutan.
Lifania berharap kegiatan ini dapat menjadi dasar bagi kelompok Wasiat dan para stakeholder dalam mengembangkan wilayah permukiman kampung atas air.
“Harapannya penataan wilayah kampung atas air ini juga dapat dilakukan dengan maksimal tentunya dengan dukungan warga di Kelurahan Baru Tengah,” harap Lifania.
Mengawali program kesehatan lingkungan wilayah padat penduduk, Kilang Pertamina Unit Balikpapan menggandeng Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan sebagai fasilitator dalam penataan pemukiman sehat.
Kegiatan ini didukung oleh banyak pihak. Adapun kegiatan dihadiri Lurah Baru Tengah Eddy Mulyono, Koordinator LKM Baru Tengah, Koordinator Kotaku, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru Tengah.
Selain itu Start Up Balikpapan yakni Ciro Waste juga terlibat dalam mensosialisasikan bahaya sampah plastik di pesisir khususnya isu mikroplastik.
Eddy Mulyono dalam sambutannya berharap program Wasiat dapat mewujudkan lingkungan sehat dan nyaman di wilayahnya.
“Sesuai namanya, program Wasiat, diharapkan dapat mewujudkan lingkungan sehat dan nyaman.
Khususnya 5 RT sebagai pilot project dalam program ini,” ujar Eddy.
Dalam kesempatan itu, Ciro Waste mengajak masyarakat untuk bijak mengolah sampah dan merubahnya menjadi nilai rupiah.
“Sampah plastik yang terbuang di laut dapat menjadi microplastic yang dimakan oleh ikan dan kemudian ikan dimakan oleh manusia.
Ini ak8 berdampak terhadap kesehatan tubuh,” kata Direktur PT Inovasi Keberlanjutan Indonesia Dianisa Ester.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak pemukiman kumuh di wilayah pesisir.
Adapun masyarakat juga diajak untuk membaca dan memahami kondisi pemukiman melalui FGD dengan membaca bersama peta raster wilayah kampung atas air.
Adapun FGD untuk menemukenali persoalan di setiap sudut kampung atas air khususnya RT 10 sampai RT 15 Kelurahan Baru Tengah.
Dari persoalan yang telah dipahami bersama, masyarakat diajak untuk merumuskan apa yang menjadi kebutuhan bersama dalam mengembangkan pemukiman yang lebih baik.
Hasil FGD penataan pemukiman sehat ini nantinya akan menjadi dasar bagi kelompok Wasiat dan para stakeholder dalam mengembangkan wilayah permukiman atas air. (*)



