
Selain itu, Yolfi juga mengeluhkan Dana Operasional (DO) RT yang dinilai minim. Yang juga hingga kini masih minim yakni jumlah sekolah berbasis negeri di Balikpapan Timur.
Terkait layanan Puskemas Manggar Baru, dr Rony mendorong warga menyampaikan melalui layanan pengaduan.
“Kami akan cek apakah aduan ini sudah masuk atau belum dalam layanan kami. Memang kadang persepsi petugas berbeda-beda. Masukan ini akan kami jadikan semangat kepada petugas Puskesmas,” tuturnya menenangkan.
Soal DO RT, Suriani menjelaskan, hal itu bagian dari visi-misi wali kota.
“Kami akan berkoordinasi dengan Komisi I DPRD Balikpapan yang membidangi pemerintahan. Semoga APBD Perubahan 2023 mendatang bisa terealisasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Suriani berharap, fasilitas umum yang telah direalisasikan agar dijaga dan dirawat bersama. Seperti jalan dan normalisasi drainase yang sudah diperbaiki di lingkungan RT 21 hingga RT 25.
“Alhamdulilah, tahun ini kami sudah banyak merealisasikan usulan warga di antaranya, RT 47, 41 dan RT 50 yang sedang dalam pengerjaan,” terangnya.
Khusus usulan pembangunan sekolah berbasis negeri di Manggar Baru, Suriani menyebut, Komisi IV DPRD Balikpapan telah membahas dan mempersiapkan beberapa lokasi lahan yang cocok.
Namun yang terpenting, Suriani juga mengingatkan masyarakat disiplin protokol kesehatan Covid-19. (*)



