Metro Advertorial

Surveilans Mingguan Puskesmas Baru Ulu, Deteksi Dini Cegah Penyakit

Tim Surveilans Puskesmas Baru Ulu saat pemeriksaan jentik nyamuk program penyelidikan epidemiologi DBD (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, analisis tren data mingguan menjadi kunci mendeteksi potensi wabah penyakit menular sebelum meluas.

Perawat dan Surveilans UPTD Puskesmas Baru Ulu Bidan Sitti Afdaliah menjelaskan, tim Surveilans rutin mengumpulkan data dari puskesmas, rumah sakit, dan laporan warga.

“Kami melihat tren, misalnya peningkatan kasus diare atau ISPA. Jika ada cluster, tim langsung turun untuk investigasi,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Dia mencontohkan, tim mendeteksi lima hingga enam kasus diare dalam satu RT.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab, apakah karena keracunan makanan, hajatan, atau faktor lain. Langkah ini memungkinkan intervensi cepat dan tepat sasaran.

Surveilans juga membantu penanganan campak. Dengan data mingguan, tim segera mengidentifikasi rumah anak yang belum imunisasi, sehingga vaksinasi door-to-door bisa dilakukan sebelum penyakit menyebar.

Koordinasi dengan ketua RT, kader, Bhabinkamtibmas, dan tim imunisasi menjadi strategi utama.

Data dianalisis, dikonfirmasi di lapangan, lalu tindakan medis dan edukasi diberikan.

“Deteksi dini membuat respons lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, risiko penyebaran penyakit bisa diminimalkan,” ucapnya.

Puskesmas Baru Ulu juga menggunakan data tren untuk edukasi masyarakat, memberi tahu warga dan kader tentang penyakit yang beredar agar kewaspadaan lebih tinggi.

Surveilans berbasis data ini menjadi alat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi potensi wabah yang bisa membahayakan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page