
KOTAKU, BALIKPAPAN-Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan Taufik Qul Rahman, menekankan pentingnya menjadikan proses penataan Pasar Pandan Sari sebagai solusi bersama antara pemerintah dan pedagang, bukan sekadar tindakan penertiban semata.
Menurutnya, upaya memperbaiki kawasan pasar terbesar di Balikpapan Barat itu perlu dilakukan dengan hati-hati dan melibatkan banyak pihak agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi para pedagang kecil.
“Penataan PKL (Pedagang Kaki Lima, Red) di Pandan Sari tidak bisa dilakukan sepihak. Harus ada kolaborasi lintas dinas dan komunikasi dengan pedagang.
Tujuannya bukan memindahkan mereka, tapi menata agar pasar menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman,” ujar Taufik dijumpai di gedung DPRD Balikpapan, Selasa (21/10/2025).
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, kawasan Pandan Sari tidak hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang menopang kehidupan ribuan warga.
Karena itu, kebijakan penertiban perlu diiringi solusi, seperti penyediaan tempat berjualan yang layak dan pengaturan sistem perdagangan yang adil.
“Kalau hanya ditertibkan tanpa arah yang jelas, pedagang pasti kembali ke tempat semula. Maka perlu rencana jangka panjang yang disusun bersama instansi terkait,” tegasnya.
Taufik juga mendorong agar pendekatan kepada pedagang dilakukan secara persuasif dan manusiawi. Pemerintah, kata dia, perlu hadir sebagai mitra, bukan sekadar penegak aturan.
“Dialog itu penting. Kami ingin semua pihak merasa dilibatkan. Dengan begitu, tidak ada yang merasa dirugikan,” ujarnya.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat itu berharap, Pasar Pandan Sari bisa menjadi kawasan perdagangan yang tertata rapi tanpa kehilangan semangat ekonomi kerakyatannya.
“Pandan Sari ini punya potensi besar. Kalau ditata dengan baik dan diawasi bersama, pasar ini bisa menjadi contoh ekonomi rakyat tumbuh dari harmoni, bukan dari konflik,” tutupnya. (*)



