
KOTAKU, BALIKPAPAN-Jajaran skutik Maxi Yamaha tidak hanya memiliki desain yang berkarakter elegan dan sporty (All New Aerox) namun juga kaya akan fitur berkendara yang modern. Selain itu, dapur pacu motor yang mengusung teknologi Blue Core dengan Variable Valve Actuation (VVA) juga terbukti handal dalam mendukung mobilitas konsumen baik itu untuk rutinitas harian maupun hobi.
Berbagai cerita perjalanan touring menempuh jarak ribuan kilometer yang dilakoni oleh para konsumen penggunanya, menjadi sebuah catatan emas yang membuktikan bahwa jajaran skutik Maxi Yamaha merupakan kendaraan yang tangguh dan memiliki durabilitas tinggi. Lantas apa sebetulnya rahasia dibalik kekuatan dan daya tahan skutik Maxi Yamaha tersebut, hingga kerap menjadi motor andalan bagi para over-lander pegiat touring.
Dalam siaran pers yang disampaikan, Kamis (3/2/2022) dijelaskan, Andhika Marwah Ibrahim (27), seorang konsumen All New Aerox 155 Connected ABS yang saat ini tengah berada di Kota Medan, Sumatera Utara, dalam misi perjalanan touring jarak jauh dari Jakarta menuju monumen tugu 0 Kilometer di Kota Sabang, Aceh, membagikan tips perihal cara menjaga performa skutik Maxi Yamaha-nya agar tetap prima dan kuat selama diajak berlari menempuh jarak ribuan kilometer.
“Ini bukan perjalanan jarak jauh pertama saya bersama All New Aerox, sebelumnya saya sudah pernah touring ke Pangandaran, Bromo dan juga Bali dengan motor dari Jakarta. Motor belum ada setahun (dari pertama membeli), tapi kilometer sudah tembus lebih dari 50 ribu. Dan selama perjalanan touring naik All New Aerox motor tidak pernah sekalipun mengalami masalah. Tipsnya adalah rutin melakukan servis berkala di bengkel resmi. Jadi, kalau servis motor itu bukan hanya cuma ganti oli, tapi juga perlu mengecek dan mengganti komponen lainnya sesuai dengan interval yang tertera dalam buku manual servis,” ungkap pria yang juga merupakan anggota Komunitas Aerox Club Indonesia (ARCI) chapter Jakarta.
Menurut Andhika, selain mengganti oli, ada beberapa komponen penting lainnya yang juga perlu dicek dan mendapatkan perhatian khusus pada saat melakukan servis rutin guna memastikan kondisi performa mesin selalu dalam kondisi prima. Komponen tersebut merupakan yang bersifat fast moving part.
“Selain oli, perlu juga dicek kondisi kampas rem, jika mengacu buku manual servis dari Yamaha itu per 3 ribu Km. Lalu jangan lupa juga belt CVT per 5 ribu Km. Ban juga biasanya saya cek baik kondisi fisiknya maupun tekanan angin untuk memastikan cengkraman (traksi) ke aspal tetap gigit. Namun sekali lagi, penggunaan sepeda motor setiap orang itu berbeda-beda jadi terkait intensitas pengecekan ke bengkel juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Kalau saya sebelum touring jarak jauh pasti selalu cek kondisi motor secara total ke bengkel sebelum berangkat dan setelah pulang untuk meminimalisir resiko terjadinya kerusakan,” terangnya.



