
KOTAKU, BALIKPAPAN-Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim mengimbau warganya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran.
Dalam pernyataannya, dia menekankan perlunya kesadaran dan kewaspadaan sebagai langkah preventif utama dalam mencegah kebakaran yang dapat mengancam kehidupan dan properti. Termasuk memahami cara mengantisipasinya.
Dia mendorong warga aktif dalam memperhatikan lingkungan sekitar dan melaporkan potensi bahaya kebakaran kepada pihak berwenang.
“Kami lihat kebakaran terjadi di Kecamatan Balikpapan Tengah, kemudian Kecamatan Balikpapan Kota.
Nah kami harap ini tidak terjadi di Kecamatan Balikpapan Selatan,” ujar Muhammad Hakim, ditemui di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan 120 Paket Ramadan Bahagia, dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan, untuk para mustahik atau warga kurang mampu, penerima hak zakat.
Kegiatan itu dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Balikpapan Selatan, Jalan Ruhui Rahayu, kawasan Ring Road Balikpapan, Rabu (20/3/2024).
Ia mengatakan, setelah menganalisa dan melakukan pemeriksaan melalui berbagai informasi, ternyata banyak kasus bencana kebakaran terjadi karena kelalaian.
“Kelalaian seperti lupa mematikan kompor, kadang kalau lampu padam, rumah ditinggal salat tarawih dengan lilin masih menyala. Jadi saya meminta, masyarakat jangan lalai,” ulasnya.
Menurutnya, potensi kebakaran semakin meningkat selama Ramadan karena aktivitas masyarakat lebih banyak di dapur.
Baik untuk menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa, atau untuk membuat sajian berbuka puasa yang akan dijual di Pasar Ramadan.
Lebih jauh, potensi kebakaran juga bisa disebabkan kerusakan kelistrikan di rumah yang tidak terawat dengan baik.
Selain itu, Hakim menilai wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan cukup luas. Ada beberapa kawasan dengan tingkat potensi kebakaran yang perlu diwaspadai.
“Yang rawan adalah kawasan padat penduduk seperti di Sepinggan. Karena ada beberapa titik yang rumahnya berdempetan,” ungkapnya.
Muhammad Hakim mengatakan, perangkat daerah dari tingkat RT telah memaksimalkan imbauan dan terus menyampaikan informasi potensi bencana kebakaran, baik secara lisan maupun melalui grup-grup media sosial. (*)



