
Ya, beberapa Puskesmas telah memiliki alat untuk mendeteksi dan mendiagnosa DBD, berupa reagen kit (NS1). “Ini juga sudah tersedia di laboratorium Puskesmas, sudah bisa dilakukan,” tambahnya.
Jika ada indikasi keadaan yang semakin buruk, rumah sakit juga sudah disiagakan sebagai fasilitas kesehatan lanjutan bagi pasien rujukan untuk bisa merawat pasien DBD. “Kemudian, PMI juga kami siagakan untuk menyediakan kebutuhan trombosit bagi pasien DBD,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah mengeluarkan Surat Edaran kepada masyarakat untuk melakukan kerja bakti massal dan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin tiap pekan.
“Kami juga punya Perwali dalam penanganan DBD ini,” tutupnya. (*)



