
Dia mengimbau rekan jurnalis lainnya untuk mengikuti vaksinasi, karena baik untuk kesehatan. Mengingat para pewarta dalam keseharian bekerja di lapangan dan bertemu banyak orang. “
Selaras dengan itu, wartawan IDN Times Hilmansyah yang ikut serta dalam vaksin massal mengaku tidak merasakan apapun selain rasa pegal. Namun ia mengaku sempat merasa khawatir saat pengecekan tekanan darah bukan pada saat penyuntikan. “Saya takut tekanan darah saya tinggi ataupun rendahan, khawatir tidak bisa mengikuti tahap penyuntikan vaksin karena hal itu,” papar ayah tiga anak ini.
Laki-laki berusia 46 tahun ini berharap agar vaksin ini diberikan merata buat keluarga dan lingkungan sekitarnya, agar dapat melindungi diri untuk bebas dari Covid 19. “Percuma jika kami melindungi diri kami dengan vaksin, akan tetapi keluarga dan sekitar kami tidak melakukan vaksinasi. Semoga vaksin ini dapat segera merata diberikan oleh semua masyarakat Balikpapan, agar kami yang melakukan vaksin tidak percuma,” tegasnya.
Wartawan media online Berita Kaltim Agustina turut mendukung adanya vaksinasi bagi wartawan, mengingat wartawan bekerja lebih banyak di lapangan dan bertemu orang banyak. “Terima kasih kepada DKK dan Pemkot Balikpapan yang telah memberikan jatah vaksinasi kepada wartawan,” ujarnya.
Usai divaksin, ibu empat orang anak ini mengaku merasakan gejala mengantuk dan sedikit pusing. Ia pun tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti vaksin massal. (*)




