
KOTAKU, BALIKPAPAN-Menunda aksi demo di jalan, Forum Warga Jalan Sudirman memilih lakukan audiensi bersama Wali Kota Balikpapan terkait penolakan Zona Zero Tolerance (ZZT) yang akan diberlakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi berjanji akan mencari solusi yang saling menguntungkan kedua pihak.
“Kami tampung, program itu baik untuk ketertiban masyarakat bahwa ada yang terdampak kami memahami. Kami lagi carikan solusinya, kan dia minta win win solution. Kalau win solution berarti sama-sama untung, bukan dia saja yang untung tapi program juga untung, itu yang kami lagi cari jadi harus kami upayakan dengan pertemuanforum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda),” jelas Rizal.
Rizal mengaku bahwa kawasan Jenderal Sudirman saat ini merupakan kewenangan Kementerian PUPR, jika memang berstatus jalan nasional wajib bebas parkir. Sehingga ditindaklanjuti dengan kawasan tertib lalulintas (KTL). Namun belum berjalan efektif.
“Ke depannya sebenarnya kami ingin memindahkan jalan utama Jenderal Sudirman itu ke laut, tapi program Costal Road belum berjalan karena Covid 19. Kalau program Costal Road berjalan, jalan utama pindah ke laut, tapi nanti kami mau membahas dengan Forkopimda, segera kami akan rapatkan,” bebernya.
Menanggapi hal itu, Ketua RT 21 Kelurahan Klandasan Ilir, Budi Rachmani mengatakan bahwa ada win win solution antara aturan ZZT dengan pelaku usaha. Pelaku usaha yang berada di Jalan Jenderal Sudirman meminta agar dapat diberikan tempat parkir pararel.
“Kepolisian silahkan saja menjalankan ZZT tilang saja kalau dia tidak pakai helm, tidak pakai seatbelt atau yang lainnya tapi kalau parkir itu untuk kebutuhan masyarakat,” papar Budi.
Lanjut Budi menuturkan apabila Wali Kota Balikpapan akan berkoordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk mendapatkan hasil yang terbaik.



