
Namun, dia tidak menampik aturan tersebut memberi dampak. “Kalau dibilang keberatan ya pasti tapi bukan berarti kami tidak ikut aturan tapi kami minta jalan tengahnya itu seperti apa,” ungkapnya.
Dia mengeluhkan, aturan itu menambah biaya pengeluaran terutama untuk makan. “Biasa kalau di gudang itu sudah ditanggung makan,” kata dia. Selain itu, dia juga mengkhawatirkan beberapa kondisi barang yang mudah membusuk jika tidak secepatnya diantar. Di antaranya bahan makanan seperti sayuran.
“Gak ada yang berhari-hari tapi ya ini barang-barangnya kan ada yang mudah busuk contoh seperti (bahan) makanan kan tentunya akan merugi,” ungkapnya.
Sugeng pun menantikan solusi terbaik agar barang-barang tersebut cepat sampai tujuan khususnya untuk barang yang tidak tahan lama.
“Kami harap biar tetap berjalan, arahannya seperti apa. Ini kan aturan masih harus nunggu, misal yang muatan masih mampu mungkin diarahkan lewat jalan datar bisa kan untuk ke atas (arah Jalan Soekarno Hatta, Red) bisa lewat tol. Untuk tol kami siap, kan ada nanti dari atasan yang penting barang tidak rusak,” tutupnya. (*)



