
KOTAKU, BALIKPAPAN-Latitaka Borneo, UMKM binaan Pertamina yang menawarkan produk herbal Kalimantan, melenggang ke pasar luar negeri. Salah satunya Turki. Adalah sebuah restaurant di Turki, Kuscu Konak & Café, yang menjual produk herbal racikan Latitaka Borneo kepada pelanggannya. Kehadiran produk herbal dari Borneo menjadi daya tarik tersendiri bagi kafe ini, terlebih karena Kuscu Konak & Café terletak di Safranbolu, salah satu kota kecil cantik di Turki yang menjadi kota tujuan wisata dengan nuansa bangunan peninggalan bersejarah khas Kekaisaran Ottoman. Hadirnya produk herbal Borneo semakin membawa pelanggan menuju suasana tradisional dibalut aroma arsitektur khas masa kekaisaran Ottoman.
Melalui siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021), dijelaskan, Latitaka Borneo merupakan bukti bahwa Mitra Binaan Pertamina berhasil naik kelas dengan mengembangkan pemasarannya ke luar negeri. Beralamat di Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan, Kaltim, Latitaka Borneo memproduksi herbal khas Suku Dayak, Kalimantan, dengan bahan baku dari alam mulai dari akar kuning, pasak bumi, akar tembelekar dan beberapa herbal khas Dayak lainnya. Aneka bahan herbal ini selanjutnya diracik dan dikemas dengan memperhatikan higienitas yang bermanfaat sebagai obat maupun terapi beberapa keluhan kesehatan seperti nyeri, flu, batuk, imunitas tubuh, vitalitas, kesehatan kulit, kanker, hepatitis dan lainnya.
Mei Christy, herbalis sekaligus pemilik UMKM Latitaka Borneo merupakan sosok dibalik kesuksesan Latitaka Borneo menembus pasar mancanegara padahal ia baru bergabung tahun ini bersama Pertamina melalui Program Kemitraan. Pemilik sertifikat Herbalis ini, menuturkan bahwa ketekunan, keuletan dan jaringan komunikasi yang luas diperlukan bagi pelaku UMKM untuk dapat terus berkembang dan naik kelas. “Terimakasih Pertamina, saya mengucapkan amat sangat terima kasih kepada Pertamina yang sudah membimbing kami hingga saat ini. Memang kami belum lama bergabung dalam Program Kemitraan Pertamina, namun dampaknya sudah langsung kami rasakan. Sampai produk kami sampai ke Turki, semua ini berkat Pertamina,” ungkap Mei.
Mei melanjutkan bahwa awal mula produk Latitaka Borneo masuk ke Turki, bermula dari promosi sesama pelaku UMKM dalam kelas Sekolah Ekspor Indonesia yang dikutinya, sampai kemudian salah satu anggota yang berdomisili di Turki tertarik dengan produk herbal gula merah Latitaka Borneo. “Kebutuhan gula merah dipasok ke Turki dari negara-negara Asia, salah satunya Indonesia. Selain gula merah, mereka juga meminta produk herbal kami untuk gangguan insomnia yang berupakan penyakit dengan persentase besar di Republik Turki. Dan memang baru-baru ini kami juga sudah launching produk herbal khusus untuk gangguan insomnia, sekali lagi terima kasih kepada Pertamina, tanpa Pertamina kami mungkin tidak bisa jauh melangkah seperti saat ini,” terang Mei Christy.
Pemilik Kuscu Konak & Café menuturkan dari awal pengiriman sample Latitaka, dari segi kemasan produk Latitaka termasuk yang terbaik dari sekian produk yang dikirimkan dari Indonesia. Mulai dari penggunaan bubble wrap dan kemasan unik tradisional ala Indonesia untuk produk gula merah. Beberapa pelanggan di Turki juga menyukai herbal racikan dengan bahan dasar akar-akaran dan hasilnya memang terasa manfaatnya untuk kesehatan. Tidak hanya icip-icip, namun memang terasa, apalagi setelah waktu sekian minggu menggunakan produk Latitaka ini.



