Latitaka yang dalam bahasa daerah Suku Dayak Paser berarti Hutan Kita akan terus meneruskan inovasi agar produknya semakin dikenal banyak orang. Mei Christy, menuturkan bahwa UMKM miliknya mempekerjakan pemuda dan pemudi Kalimantan sekaligus sebagai upaya menggerakkan ekonomi di sekitar rumah produksi Latitaka. Sesuai dengan artinya, Hutan Kita, Latitaka Borneo juga mendukung pelestarian hutan adat di kawasan Long Gelang Kabupaten Paser, juga pendidikan bagi anak-anak Dayak yang kurang mampu.
Untuk diketahui, program Kemitraan Pertamina ada sejak tahun 1993. Sampai saat ini, Pertamina Regional Kalimantan sudah menyalurkan lebih kurang Rp56 miliar dengan total mitra binaan hampir mencapai 1.000 mitra binaan yang tersebar di seluruh Kalimantan.
“Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM, Pertamina akan mengadakan pameran virtual SMEXPO. Pameran SMEXPO 2020 mendapat rekor MURI sebagai Expo UMKM secara daring dengan produk terbanyak,” terang Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VI Regional Kalimantan Susanto August Satria.
Pelaksanaan SMEXPO 2020 berhasil menggaet 32.741 pengunjung dan mencatatkan potensi transaksi hingga Rp9,3 miliar baik dari transaksi ritel dan forum bisnis. Dari keseluruhan transaksi, potensi ekspor yang didapat dari forum bisnis menjadi transaksi yang paling mendominasi, mulai dari Arab Saudi, Australia, Jerman, Perancis, Qatar, USA, Singapura dan Tiongkok. Potensi ekspor ini didapat dalam forum bisnis yang merupakan hasil kerjasama Pertamina dengan Indonesia Diaspora SME-SMI Export Empowerment & Development (ID-SEED), yakni organisasi para Diaspora Indonesia di berbagai negara untuk mendampingi UMKM agar dapat memasarkan produknya di pasar Global.
“Semoga pelaksanaan SMEXPO 2021 lebih sukses dari tahun lalu dan Pertamina dapat memfasilitasi UMKM-UMKM untuk memasarkan produknya kepada khalayak luas serta menembus pasar mancanegara,” tutup Satria. (*)



