
KOTAKU, BALIKPAPAN-Berbeda. Kata itu rasanya tak berlebihan disematkan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 126 Kota Balikpapan, Jumat (10/2/2023).
Mengingat dua tahun sebelumnya upacara HUT Kota Balikpapan dilangsungkan secara terbatas. Kali ini upacara yang digelar di Lapangan Merdeka mengusung konsep berbeda dari sebelumnya.
Dalam upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 wita, para tamu undangan yang hadir tidak lagi ditempatkan di badan jalan, melainkan langsung di lapangan, dinaungi tenda berkelir merah putih.
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud beserta istri dan para pejabat lainnya menyampaikan amanat dari panggung besar yang diletakkan tepat di tengah lapangan. Sebelum penyampaian amanat, terlebih dahulu dilakukan penghormatan kepada Panji Kota Balikpapan yang dibawa anggota Satpol PP Balikpapan.
Meskipun banyak perubahan namun tidak untuk busana yang digunakan orang nomor satu di Kota Balikpapan itu, beserta para pejabat lainnya.

Ya, baju Mahligai tetap digunakan sebagai seragam upacara HUT kota tahun ini. Baju Mahligai kali pertama dikenalkan dalam sidang paripurna, 9 Februari tahun lalu di Hotel Novotel Balikpapan.
Baju Mahligai adalah pakaian khas Balikpapan berupa busana hitam nan nyentrik dengan balutan bordir batik khas Balikpapan, berwarna kuning keemasan yang membalut dari kerah baju hingga bagian kancing serta kedua lengan. Pakaian tersebut lengkap dengan bandul yang juga berwarna kuning keemasan dengan rantai kecil berwarna emas yang melintang dari kancing menuju saku pada bagian dada sebelah kiri.
Sementara untuk wanita berupa kebaya berwarna hitam dengan balutan bordir batik yang melingkar di ujung baju yang saling berhadapan. Pada bagian dada, dilengkapi dengan bros motif kembang goyang berwarna kuning keemasan. Untuk bawahan, terbalut kain atau jarik bermotif kelubut yang di depannya memiliki wiru sebanyak tujuh lapis.
Dalam amanatnya, Wali Kota Balikpapan menyampaikan makna dari tema HUT Kota Tahun ini, yakni “Balikpapan Kolaborasi, Balikpapan Sinergi”.
“Kolaborasi yaitu proses kerjasama untuk menghasilkan gagasan atau ide sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan secara bersama-sama, menuju visi Kota Balikpapan,” jelasnya.

Sedangkan sinergi bermakna bentuk dari sebuah proses yang menghasilkan suatu keseimbangan yang harmonis, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimal.
“Tema ini sekaligus mengingatkan pentingnya untuk saling bekerjasama dalam mencapai tujuan, karena dengan semakin majunya perkembangan zaman yang disertai dengan semakin beratnya tantangan, hendaknya dapat dihadapi dengan rasa kebersamaan dan bukan dengan mengedepankan ego masing-masing,” paparnya.
Upacara ditutup dengan penghormatan kembali kepada bendera Pataka dan dilanjutkan agenda hiburan. (*)




