
KOTAKU, BALIKPAPAN-Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Wahidah menyoroti nilai ekuitas aset Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Menurutnya, nilai aset daerah yang mencapai sekitar Rp13 triliun yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2022, perlu disampaikan lebih detail.
“Saya ingin aset ini detail. Bukan hanya aset, misalnya berupa gedung Balai Kota atau gedung DPRD,” ujar Wahidah, ditemui di kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (19/6/2023).
Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, Pemkot Balikpapan seharusnya mulai jeli terkait pemilihan aset dan pemanfaatan aset, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Misalnya ada aset bernilai Rp1 triliun tapi pemanfaatannya benar-benar untuk masyarakat. Digunakan untuk membeli pesawat, saya berpikir sampai seperti itu lebih baik,” ungkapnya.
Menurutnya, Kota Beriman sudah berkembang pesat. Apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) yang menuntut perkembangan bidang transportasi. Khususnya transportasi udara.
Berkaca dari pengalamannya bepergian melalui jalur udara, Wahidah menyebut akan lebih baik bila Pemkot Balikpapan memiliki pesawat sendiri.
“Daripada pesawat sering delay. Coba ada BUMD, Balikpapan Airways. Tentu semua masyarakat Balikpapan bisa (berkesempatan) naik pesawat,” katanya, sembari tersenyum.
Selain itu, Wahidah mendukung penambahan dana operasional RT. Juga pemanfaatan aset daerah sebaiknya diterapkan tingkat RT.
“Mungkin jarang RT yang punya sekretariat sendiri. Ini bisa ditambahkan (dianggarkan),” imbuhnya. (*)



