
KOTAKU, BALIKPAPAN-Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Wahyullah Bandung menyoroti persoalan banjir yang dikeluhkan warga saat reses di RT 35, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan.
“Di perumahan Posindo itu area paling rendah. Jadi kalau hujan sampai tiga jam, sudah pasti banjir,” ungkapnya, Kamis (14/11/2024).
Disampaikannya, saat reses ada tiga solusi yang ditawarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan yakni memperlebar saluran, membuat bendali dan membuat rumah pompa.
Menurutnya, pengadaan rumah pompa lebih tepat untuk dihadirkan di area tersebut. Karena bisa menjadi solusi cepat dan biayanya lebih murah daripada solusi lainnya.
“Kalau buat bendali, tanahnya harus dibebaskan dulu. Kalau memperlebar saluran, belum tentu sesuai lahannya. Jadi rumah pompa adalah solusi termurah,” ujarnya.
Rumah pompa menjadi solusi cepat agar masalah genangan air yang dihadapi masyarakat di kawasan langganan banjir bisa segera teratasi.
“Kan serba salah jadinya, di satu sisi Pemerintah Kota ingin mempercepat penanganan banjir tapi di sisi lainnya proses itu bisa lama karena terbentur biaya mahal.
Kasihan juga masyarakat kalau masalah yang sudah bertahun-tahun itu kelamaan diatasi,” kata legislator dari Partai Golkar itu.
Wahyullah menegaskan, persoalan banjir dan pengadaan rumah pompa akan diperjuangkannya bersama Komisi III. Mengingat, DAS Ampal pun membutuhkan sembilan rumah pompa untuk mempercepat genangan air menuju laut.
“Jadi saya akan sampaikan ke Komisi III untuk mendorong terkait penganggaran. Karena pengadaan satu rumah pompa saja bisa mencapai Rp25 miliar,” pungkasnya. (*)
Namun pada intinya, lanjutnya, ia sangat menyoroti persoalan banjir untuk bagaimana bisa teratasi. Apalagi daerah tersebut merupakan area langganan banjir ketika hujan tiba.



