Metro

Wali Kota Balikpapan Lobi Pemerintah Pusat soal Jalur Alternatif Rapak, Flyover atau Underpass

salah satu lajur jalan simpang Rapak. Kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan tersebut Rabu (24/5/2023) malam lalu (foto:kotaku.co.id/januar)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kasus kecelakaan lalu lintas yang kembali terjadi di simpang Rapak Rabu (24/5/2023) malam melibatkan truk kontainer dan roda dua hingga merenggut nyawa pemotor.

Hingga kini kasus tersebut masih ditangani kepolisian. Terkait itu, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud mengaku menunggu informasi resmi kepolisian terkait penyebab kecelakaan.

Lebih dari itu, peristiwa kecelakaan maut yang kembali terjadi di lokasi tersebut mendorongnya untuk meningkatkan komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

Untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan flyover alias jalan layang atau pun underpass alias jalur lalu lintas yang berbentuk terowongan yang juga pernah diwacanakan.

“Berdoa saja. Karena pak presiden juga bisa lihat kondisi ini,” terangnya melalui siaran pers yang disampaikan, Jumat (26/5/2023).

Menurutnya, penting baginya melanjutkan komunikasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan jalan alternatif kawasan Rapak menjadi prioritas.

Sekalipun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pembangunan flyover atau pun underpass belum diperlukan.

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud (kanan, pakai peci) mendatangi lokasi kecelakaan lalu lintas simpang Rapak Rabu (24/5/2023) malam lalu (foto:kotaku.co.id/ryan)

Penilaian itu diberikan setelah kecelakaan lalu lintas di lokasi yang sama, Januari 2022 lalu. Dan menggantinya dengan melakukan pelebaran jalan. Dan kini sudah direalisasikan.

“Langkah ini yang jadi perhatian serius kami, Pemerintah Kota Balikpapan. Kami akan segera menyampaikan kembali terkait usulan kami, yaitu flyover,” ungkapnya.

Apalagi setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), peran Balikpapan menjadi kian penting dan strategis.

“Jumlah penduduk juga bertambah maka langkah ini harus diambil agar Balikpapan tidak semakin crowded (penuh sesak, Red).

Dan dari kondisi ini saya akan pastikan supaya rencana flyover maupun underpass bisa dipercepat,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) lanjut juga juga telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari hal tidak diinginkan. “Malamnya ternyata ada kejadian. Ini jadi introspeksi kami terhadap pengguna jalur ini,” jelasnya.

Rahmad juga mengingatkan Dishub memperketat pengawasan kelaikan kendaraan yang beroperasi.

“Kami juga akan mendirikan posko di (Jalan Soekarno Hatta) Kilometer 13 untuk memastikan kendaraan layak jalan atau tidak. Terutama dari batas ambang muatannya. Kan ada maksimal muatan,” katanya.

Ia memastikan jika ada yang melanggar, izin usaha akan dicabut. “Tentu kami mencari solusi lain. Semoga (kecelakaan lalu lintas) tidak terulang,” ungkapnya.

Ia pun meminta saran dari berbagai pihak. “Ini tanggung jawab semua pihak agar masyarakat selamat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Rahmad Mas’ud juga menyampaikan duka cita atas kecelakaan maut Rapak yang kembali merenggut korban jiwa. Dia berharap kecelakaan tidak terulang kembali. (*)

To Top

You cannot copy content of this page