
KOTAKU, BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud takziah sekaligus ikut menyalatkan jenazah salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 031 Jalan Pattimura, Batu Ampar, Balikpapan Utara, yang meninggal dunia.
Almarhum bernama Ambiya, berusia 41 tahun, meninggal dunia diduga kelelahan saat perhitungan suara.
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud tampak hadir didampingi jajarannya, antara lain Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan Zulkifli dan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.
Tampak pula Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan Noor Thoha.
“Kami doakan semoga almarhum husnulkhatimah dan diterima di sisi Allah SWT sesuai amal kebaikannya,” ujar Rahmad Mas’ud, usai ikut menyalatkan jenazah, di Masjid Baitus Syakur.
Ia juga menyampaikan duka kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga diberi kesabaran. Saya atas nama wali kota dan Pemkot Balikpapan menyampaikan duka cita,” ucapnya.
Dijelaskan, Pemkot Balikpapan bersama seluruh instansi terkait telah berupaya agar para petugas KPPS dapat bekerja dengan baik, serta menjamin kesejahteraan selama KPPS bekerja.
“Ikhtiar kami selama ini, memberikan pemeriksaan kesehatan kepada petugas KPPS di TPS, kemudian memberikan asuransi berupa BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah takdir dan nasib. Walaupun nilainya tidak senilai dengan nyawa tapi ini bagian dari kebutuhan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, almarhum dirawat di rumah sakit, 17-20 Februari 2024.
“Kemudian keluar (rawat jalan) dua hari dan masuk RS lagi sampai 27 Februari 2024,” terangnya.
Dokter Dio, sapaannya, menjelaskan kondisi kesehatan almarhum memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi dengan catatan riwayat medis sejak pemeriksaan Puskesmas.
“Waktu skrining juga ada hipertensi dan sudah diterapi. Kemudian masuk rumah sakit juga diberi penanganan mulai IGD sampai ICU.
InsyAllah semua penanganan sudah diberikan. Namun seperti kata wali kota, kondisi penyakitnya menjadi lebih berat. Mudah-mudahan husnulkhatimah,” imbuhnya.
Lebih jauh, dokter Dio menyampaikan diagnosis kematian almarhum adalah hipertensi dan kegagalan jantung.
“Hasil rontgen juga menyatakan ada pembesaran jantung,” imbuhnya.
Senada, Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan, almarhum Ambiya, jatuh sakit saat hari kedua penghitungan suara dan segera mendapat perawatan di rumah sakit.
Setelah dua hari dirawat, yang bersangkutan menunjukkan gejala kesehatan membaik, sehingga keluarga meminta agar proses perawatan dilakukan di rumah.
“Kemudian setelah di rumah, sesak nafas dan kembali lagi ke rumah sakit. Akhirnya kejadian seperti ini.
Kami dari KPU tentu saja merasa kehilangan. Kami berharap betul untuk Pemilu kali ini tidak ada korban. Siang malam kami doakan, tapi takdir berkata lain akhirnya jatuh korban,” urainya.
Disampaikan, keluarga akan menerima asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara KPU sedang memproses pemberian anggaran santunan.
“InsyaAllah prosesnya cepat jadi bisa kami berikan kepada keluarga. Kalau tidak salah, nilainya sekitar Rp36 juta,” ungkapnya. (*)



