pegadaian
Metro

Wali Kota Rahmad Mas’ud Sidak Pasar Pandansari

pegadaian
H Rahmad Mas’ud bercakap-cakap dengan pedagang Pasar Pandansari (kotaku.co.id/ist)
hut-bpn

KOTAKU, BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud melakukan Inspeksi Mendadak atau Sidak di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Selasa (14/11/2023).

Dalam kesempatan itu, Rahmad Mas’ud mengajak para pedagang bercakap-cakap, terkait kondisi terkini kawasan pasar tradisional paling ramai di Balikpapan tersebut.

apbmi

Salah seorang pedagang ayam potong, mengaku tidak ada yang menyuruhnya berjualan di kawasan fasilitas umum (fasum).

Entah sadar atau tidak, namun para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Pandansari memanfaatkan lahan sempit, yakni menempatkan lapaknya, di bahu jalan yang seharusnya menjadi trotoar.

Bahkan ada pedagang yang memanfaatkan beton pembatas lajur sebagai lapak.

“Ibu haji, siapa yang suruh jualan disini,” sapa Rahmad, sembari memborong ayam potong.

Sapaan hangat orang nomor satu di Balikpapan itu dijawab pedagang dengan antusias.

“Enggak ada pak. Saya saja sendirian kasihan, pak. Kalau di dalam (lapak yang telah disediakan) sudah ada yang punya,” balas pedagang ayam potong.

Lalu Rahmad mengajak para pedagang untuk mengukur jalan utama yang kian sempit.

“Mengingat beberapa masyarakat komplain bahwa akses jalan di Pasar Pandansari terhalang oleh barang dagangan yang tidak tertata.

Maka saya mengimbau kepada para pedagang untuk mensejajarkan dengan pembatas. Agar akses keluar masuk warga juga bisa lancar,” ungkap Rahmad.

Ya, jalan yang seharusnya menjadi akses keluar masuk pasar, dimanfaatkan para pedagang dengan berjualan di pinggir jalan.

Masih dalam kesempatan itu, Rahmad Mas’ud juga mengajak para pedagang untuk mematuhi aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan menjadikan kawasan tersebut lebih tertata rapi.

Adapun respons para pedagang, cukup terbuka saat diajak berdialog.

Ya, pasar tersebut telah menjadi ikon pasar tradisional di Balikpapan, yang rencananya akan ditingkatkan, baik dari segi infrastruktur maupun penataan PKL.

“Agar silaturahmi tetap terjaga, mari terus ramaikan pasar tradisional,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
To Top