pegadaian
Hukum

Wanita Muda di Balikpapan Dipolisikan, Dituduh Gelapkan Uang Ratusan Juta Rupiah

Jasmine menunjukkan bukti transfernya kepada NH (kotaku.co.id/januar)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Polresta Balikpapan diserbu puluhan remaja, Rabu (10/5/2023) malam.

Puluhan remaja ini berbondong-bondong ke kantor polisi untuk melaporkan seorang wanita berinisial NH, warga Kelurahan Samarinda Baru, Balikpapan Utara.

NH dituding menggelapkan uang hingga ratusan juta rupiah dari puluhan korbannya.

Salah seorang korban Jasmine Trisha (18) memperlihatkan daftar nama korban serta jumlah kerugian. Ada 49 nama korban dengan kerugian mulai Rp1 juta-Rp18 juta.

“Saya yang paling tinggi Rp18 juta,” tutur Jasmine, saat diwawancarai wartawan, setelah membuat laporan di ruang SPKT Polresta Balikpapan.

Dia mengaku sudah lama mengenal NH. Yang tak lain kakak kelas serta sesama pelaku usaha online shop. Keduanya sering bekerja sama dalam berbagai urusan.

“Jadi dia itu awalnya menyuruh meminjam uang untuk menambah modal usaha melalui aplikasi pinjaman online (Pinjol). Nanti ada bonusnya dan saya katanya gak perlu ngapa-ngapain,” katanya.

Karena kedekatannya, Jasmine tak ragu merogoh koceknya sebanyak Rp3 juta untuk dipinjamkan kepada NH.

“Itu (kejadian) Maret 2023 dan dia tepati janjinya kemudian dia nyuruh lagi (meminjam dana),” ujarnya.

Jasmine pun kembali memberi pinjaman kepada NH. Kali ini melalui aplikasi Pinjol. “Dan itu masih diganti full. Sebelum jatuh tempo, dia lunasi,” imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu, limit pinjaman semakin naik dan pinjamannya juga terus bertambah hingga mencapai Rp18 juta.

Hingga 9 Mei 2023, NH tak kunjung mengembalikan dana. Padahal tagihan akan jatuh tempo.

“(Nomor) WhatsApp-nya saya hubungi sudah tidak ada, padahal siangnya masih bisa update status, jadi saya inisiatif datang (ke rumah NH, Red),” tuturnya.

Sesampainya di rumah NH, lanjut Jasmine menceritakan, NH tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Jasmine kemudian berinisiatif memadamkan aliran listrik rumah NH melalui meteran listrik. Dengan harapan NH segera keluar rumah.

“Tapi gak ada juga. Kemudian saya temui Ketua RT, rupanya dia hanya menyewa dan ini sudah selesai (masa sewa rumahnya),” jelasnya.

NH diyakini sudah angkat kaki dari rumah kontrakannya.

Belakangan Jasmine bertemu dengan remaja lainnya yang diduga juga menjadi korban NH.

“Lalu kami kumpulkan dan kami data semua korban. Terakhir sampai hari ini, total 49 orang dengan total kerugian lebih dari Rp300 juta,” sebutnya.

Sementara itu, korban lainnya yakni Namira Putri Qoridiaz (20) mengaku tertarik dengan postingan di media sosial NH yang menawarkan jasa untuk menambah penghasilan.

“Dia juga bilang untuk menambah modal usaha tapi disuruh Pinjol. Saya iba, saya lakukan, toh dapat untung juga walaupun kecil,” tuturnya.

Dengan modus yang sama, ia mengaku rugi hingga Rp3,1 juta. “Jadi saya harap NH dapat menyelesaikan tanggung jawabnya,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
To Top