Parlementaria

Warga Wika Balikpapan Kecewa dengan PT Fahreza, Iman Santoso: Tidak Percaya dan Marah

Warga lingkungan RT 15 Wika GSB saat gotong royong sambil gelar aksi damai menuntut perbaikan fasum dampak proyek DAS Ampal, beberapa waktu lalu (kotaku.co.id/dok)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Warga RT 15 Perumahan Wika, Gunung Samarinda Baru (GSB) Balikpapan Utara menelan kecewa.

Pasalnya PT Fahreza Duta Perkasa selaku kontraktor proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal belum menyelesaikan perbaikan fasilitas umum (fasum), dampak pengerjaan proyek.

Sekretaris RT 15 Perumahan Wika GSB Handoko mengatakan, warga sudah sepakat menempuh pendekatan persuasif. Namun hasilnya nihil.

Hal yang sama disampaikan Tokoh Masyarakat RT 15 Wika GSB H Tonny Kontoro yang mempertanyakan kelanjutan perbaikan fasum di lingkungannya.

“Surat ke pihak kontraktor dan Dinas PU (Pekerjaan Umum) sudah warga layangkan dua kali.

Selanjutnya kami akan bersurat ke Komisi III DPRD Kota Balikpapan agar bisa ditindak lanjuti masalah kami,” kata Tonny, melalui pesan singkat, Rabu (30/8/2023).

Sementara itu, Ketua RT 15 Perumahan Wika GSB Slamet Iman Santoso mengatakan, telah berupaya menjalin komunikasi dengan kontraktor DAS Ampal.

Yakni melalui Project Manager PT Fahreza Duta Perkasa Arif Wibisono, terkait janji untuk memperbaiki fasum yang rusak, dampak dari pengerjaan proyek.

Namun komunikasi via pesan WhatsApp selama sepekan, yakni sejak Senin (21/8/2023), tak kunjung direspons.

“Sampai saat ini belum dikerjakan,” ujarnya, dihubungi via WhatsApp, Jumat (1/9/2023).

Anggota DPRD Kota Balikpapan itu menerangkan, sudah berupaya mengonfirmasi kontraktor hingga enam kali selama sepekan.

“Jika berkomitmen dan beritikad baik, tentu akan merespons. Ini tidak bertanggung jawab atas surat pernyataan yang ditandatangani beberapa waktu lalu.

Sikap ini yang membuat warga menjadi tidak percaya dan marah,” ucap Iman.

Sedangkan kondisi fisik proyek DAS Ampal di RT 15 Wika yang sudah dikerjakan juga masih menyisakan masalah.

Ia mencontohkan, penutup gorong-gorong masih berbunyi nyaring saat kendaraan melaju di atasnya.

“Kami harap berita acara penyerahan proyek ini nanti jangan mudah diterima. Ingat, tim penilai harus independen dan jeli atas akhir pekerjaan ini.

Pemerintah sudah mengeluarkan anggaran miliaran, jangan sampai hasil fisik pekerjaannya ecek-ecek,” tegas Iman.

Menurutnya, tuntutan warga soal perbaikan fasum yang rusak, semata-mata untuk mendukung Kota Balikpapan sebagai kota layak huni.

Pemkot Balikpapan, kata dia berkomitmen dalam menjaga tata ruang pemukiman yang asri dan kondusif.

“Jadi persoalan yang kami hadapi ini juga menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Terpisah, Project Manager PT Fahreza Duta Perkasa Arif Wibosono mengatakan terus berupaya mengerjakan titik-titik perbaikan, dampak proyek DAS Ampal.

Ia menerangkan, saat ini PT Fahreza Duta Perkasa melakukan perbaikan untuk beberapa titik. Salah satunya pengaspalan di Jalan MT Haryono.

“Sudah diajukan (pengaspalan) ke Dinas PU.

Saat ini DPU juga sudah Welcome untuk pengaspalan. Artinya 10 persen sudah di-acc (disetujui, Red).

Tinggal menunggu pelaksanaannya saja,” ucapnya, dikonfirmasi, Jumat (1/9/2023).

Sebelumnya, warga RT 15 Perumahan Wika telah mengadakan aksi damai di lokasi jalan terdampak proyek DAS Ampal, Minggu (13/8/2023).

Aksi itu dihadiri Arif Wibisono, yang menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan perbaikan fasum yang terdampak proyek DAS Ampal. (*)

To Top

You cannot copy content of this page