Parlementaria

Yono Suherman: Gebyar Pajak Jadi Kunci Dongkrak PAD Balikpapan di Tengah Pemangkasan TKD

Yono Suherman (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Yono Suherman, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui momentum Gebyar Pajak, dia berharap kepatuhan pajak bisa diwujudkan mulai dari kewajiban paling dasar.

Ya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat menunaikan kewajiban membayar pajak daerah sekaligus bentuk apresiasi bagi wajib pajak yang taat, Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan menggelar Gebyar Pajak, Sabtu 6 Desember lalu di Gedung Parkir Klandasan.

Menurut Yono, pemerintah daerah saat ini dihadapkan tantangan besar akibat pemangkasan dana transfer daerah.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk lebih fokus meningkatkan PAD melalui optimalisasi pajak daerah, termasuk pajak reklame dan sektor-sektor potensial lainnya.

“Target PAD tahun 2026 dipatok mencapai Rp1,6 triliun, meningkat cukup signifikan dibanding target tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun. Ini tantangan besar, tapi bukan hal yang mustahil,” ujarnya dijumpai di gedung DPRD Balikpapan, Senin (8/12/2025).

Yono menilai, tingkat kepedulian masyarakat menjadi tolak ukur utama keberhasilan pencapaian target tersebut.

Semakin tinggi kesadaran warga untuk taat pajak, maka semakin kuat pula kemandirian fiskal daerah.

Dia juga mendorong pola kerja “jemput bola” oleh pemerintah melalui BPPDRD agar pelayanan semakin dekat dan memudahkan masyarakat dalam melunasi kewajiban perpajakan.

Salah satu fokus yang perlu mendapat perhatian serius, kata Yono, adalah penanganan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dengan pendekatan persuasif dan inovatif, tunggakan tersebut diharapkan bisa terus ditekan.

Yono Suherman optimistis, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, target PAD Kota Balikpapan tahun 2026 dapat tercapai demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik. (*)

To Top

You cannot copy content of this page