Metro

Yuk Simak, Empat Program Andalan Disdikbud Balikpapan

Irfan Taufik

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pendidikan adalah salah satu penopang dalam kehidupan, penentu arah masa depan dan sebagai wujud untuk menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan.

Bahkan, tujuan pendidikan telah ditulis dalam UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tujuan pendidikan fokusnya tentang cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui.

Di Balikpapan, untuk mengimplementasikan itu serta mendukung program perioritas Wali Kota Balikpapan bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memiliki empat program andalan.

“Yang pertama tentu meningkatkan sarana prasarana pendidikan,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik saat dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon, Rabu (8/11/2023).

Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan itu tengah dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Disdikbud.

Yaitu dengan membangun fasilitas pendidikan baru di Kota Balikpapan. Sepanjang tahun 2023, satu SMP berbasis negeri sudah berdiri.

Yakni SMPN 25 lokasinya di Balikpapan Barat yang diresmikan tak lama setelah HUT Kota Balikpapan.

“Selain itu kami juga masih membangun infrastruktur pendidikan lainya seperti SD dan SMP terpadu di kawasan Balikpapan Regency,” ungkapnya.

Kemudian untuk program kedua yaitu peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Di sini harus mengikuti perkembangan zaman, maka tenaga pendidik juga harus dilakukan peningkatan kualitasnya,” jelasnya.

Adapun program yang ketiga yakni memudahkan layanan dengan sentuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk seluruh satuan pendidikan Kota Balikpapan.

“Di sini (Disdikbud) mengintegrasikan sekolah, guru, murid, dan orang tua melalui sarana TIK,” jelasnya.

Menurut Irfan, sapaan akrabnya, keterlibatan orang tua begitu diperlukan, karena selama ini orang tua tidak bisa memonitor anak-anaknya di sekolah.

“Sehingga sentuhan, informasi dan teknologi akan dimanfaatkan, agar orang tua bisa tahu sejauh mana serapan anak-anak dalam mengetahui pelajarannya di sekolah,” ungkapnya.

Kemudian yang terakhir adalah berkolaborasi dan bersinergi antar pemangku kepentingan dan stakeholder.

Dalam hal ini, anak-anak sejak dini mendapat pelajaran untuk menghindari korupsi yang bekerja sama dengan Inspektorat.

“Lalu memperlajari tentang bagaimana berlalu lintas dengan baik, mengetahui tentang lingkungan dan lain sebagainya,” tuturnya.

Lanjut Irfan, empat program prioritas adalah sebuah program pemulihan dan percepatan.

Program ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

Disdikbud membuka seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin memberikan saran, masukan, atau kritikan yang membangun.

“Kami mencoba hadir dan bersama-sama warga Balikpapan dalam menjalin kolaborasi dan sinergi. Pendidikan adalah awal dari sebuah peradaban yang harus dijaga bersama. Mari bergerak bersama wujudkan Merdeka Belajar,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page