Corak

Rumuskan Pengelolaan Sampah di Kelurahan Margasari, Pertamina RU V Gelar FGD

hamas Ramadhan
Teks foto: FGD yang digelar Pertamina RU V Balikpapan di Kelurahan Margasari (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dalam rangka pelaksanaan program Corporate Social Responsibility di Kelurahan Margasari, Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan bersama Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kampung atas air Kelurahan Margasari melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Jumat, (5/3/2021). Dihadiri Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Septarini Widiarsi, perwakilan Kelurahan Margasari, perwakilan Jelantah 4 Change serta masyarakat penerima bantuan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU V Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa FGD ini dilakukan untuk merumuskan program kerja kelompok yang akan dilaksanakan tahun 2021. Juga sebagai bahan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan. “Setiap program CSR yang dijalankan oleh perusahaan tentunya bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian di tengah-tengah masyarakat. Melalui FGD ini kami mengajak berbagai pihak termasuk penerima manfaat untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah yang akan dijalankan,” ujarnya melalui siaran pers yang disampaikan, Jumat sore.

Chandra menyampaikan bahwa Pertamina RU V saat ini memiliki dua program terkait lingkungan di Kelurahan Margasari. Pengelolaan sampah terpadu dan pengumpulan minyak jelantah.

“Tentunya program dimaksud, tidak akan berhasil tanpa adanya kemauan dari anggota kelompok untuk berperan aktif, serta adanya dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Septarini Widiarsi mengaku bersyukur karena dalam kondisi yang terbatas terutama era pandemi, masih dapat berkumpul untuk berkontribusi menjaga lingkungan sekitar.

“Pengelolaan sampah di kawasan atas permukaan air memang memiliki tantangan yang cukup berat. Hampir 90 persen sampah pada akhirnya akan jatuh ke perairan,” ujarnya. Oleh karena itu menurutnya kerja sama dari semua pihak dibutuhkan.

“Pemilahan merupakan kunci utama pengelolaan sampah. Oleh karena itu perlu terus menerus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memahami pentingnya memilah sampah,” katanya. Bukan tanpa alasan. Menurutnya, kalau sampah tidak dipilah, maka tidak bisa dikelola. “Kalau sampah sudah bercampur, umumnya orang akan malas mengolahnya karena sering menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, sebenarnya nilai ekonomis sampah itu juga akan menurun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPP TPST Kelurahan Margasari Mulyanto menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan tahun 2021. Di antaranya penguatan kelompok melalui sosialisasi ke RT-RT, pelatihan pengelolaan barang bekas, pelatihan hidroponik serta manajemen bank sampah.

“Kami berharap program yang telah disusun ini dapat dilakukan oleh semua anggota kelompok.” harapnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top