Sport

Begini Hasil Pengamatan Tim Seleksi Timnas U-16 di Balikpapan

hamas Ramadhan
Teks Foto: Aco saat memberikan arahan usai seleksi Timnas U-16 (foto:kotaku.co.id/soleh)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tahapan demi tahapan dilalui pesepak bola muda Kota Balikpapan untuk menembus skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia usia 16 dan 19 tahun. Usai sudah tahapan akhir untuk tingkat kota namun ke depanya masih ada tahapan seleksi lainya untuk kedua kelompok usia tersebut.

Meskipun ada 22 pemain dari dua kelompok yang lolos seleksi, namun Tim Seleksi Timnas di Kota Balikpapan Rusdiansyah alias Aco mengaku belum puas. Bahkan menurutnya masih jauh dari standar.

“Apalagi inikan seleksi Timnas, mungkin kalau di Asprov (Asosiasi Provinsi, Red) masih bisa kali yah tapi kalau Timnas jauh dalam arti secara mendasar mereka tidak tahu cara bermain bola dengan baik dan benar,” tuturnya saat ditemui Kotaku.co.id, Rabu (10/3/2021).

Ia memandang, kurangnya kualitas karena sekolah sepak bola tempat para pemain berlatih, tidak mengajarkan taktik tiap individual sehingga ketika game kaget

“Jadi selevel Timnas ajakan individual tidak mutlak, harus ada tim dan lainya, kalau bicara optimis sih untuk Asprov kemungkinan ada beberapa orang yang bisa tembus, di sini ada beberapa pemain yang terlihat agak menonjol,” terang eks punggawa Persiba Balikpapan.

Aco menjelaskan untuk pemain, ada 11 yang akan dikirim setiap kelompok usia, namun ia tidak menentukan setiap posisi. “Kalau ada di posisi itu dua pemain yang bagus akan dibawa ke Tenggarong, cuma kami masih menunggu info dari sana karena masih simpang siur, tapi katanya ada 11,” timpalnya kemudian.

Menurut pengalamannya, ketika mengikuti Pemusatan Latihan (TC) di Timnas, tidak hanya individu, tapi dibutuhkan pemahaman taktik, karena puluhan orang dikumpulkan jadi satu. Tanpa kemampuan bermain taktik otomatis akan kalah bersaing dengan yang lainya.

Tak hanya itu, Aco juga menceritakan, salah seorang peserta dari Samarinda yang bernama Gerry bahkan dicoret, menurut Aco dari pengalaman Gerry tersebut saat TC Timnas latihannya 4-2 bukan game.

“Dari 4-2 itu kelihatan sudah cara bermain dan di tim itu yang kami gak punya, jadi kebanyakan dari sekolah sepak bola di sini langsung game sehingga tidak tahu pemahaman kapan harus build-up dan lain sebagainya, jadi kelemahanya ya di situ,” terangnya.

Secara individual Aco mengakui kualitas pemain muda Balikpapan, namun menurutnya perlu juga memahami empat aspek yakni teknik, taktik, mental dan fisik. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top