
Lima di antaranya merupakan yang tersibuk yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Yogyakarta Internasional Airport.
Lanjutnya, sejauh ia melakukan monitoring sejak awal posko tepatnya 14-24 April, sebanyak 2.160.694 penumpang yang terlayani.
“Dibandingkan tahun lalu itu naik 38 persen,” paparnya.
Namun jumlah itu masih lebih rendah dibanding tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Itu karena jumlah penerbangan tidak sebanyak tahun 2019. Saat itu ada 600 penerbangan domestik sedangkan periode Lebaran tahun ini hanya 420 penerbangan.
Kendati demikian, ia memahami masalah keterbatasan maskapai sehingga ia memberikan penyesuaian jam operasi.
“Jadi kalau maskapai mau menambah jam operasi kami fleksibel dan jika mau melaksanakan Extra Flight kami juga akan mempermudah, sehingga dulunya hanya sembilan jam sekarang 12 jam beroperasi karena operasional di bandara yang fleksibel,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga memaparkan puncak pergerakan penumpang, terjadi 19 April. Mencapai 238.111 penumpang, lebih tinggi dibanding tahun 2019.
Maka, ia memproyeksikan arus balik terjadi hari ini tepatnya 25 April secara nasional untuk 15 bandara, kemudian berlanjut 30 April serta 1 Mei. (*)



